Home / Ekbis / Bank NTT Cetak Laba 143 Miliar di Tengah Wabah Corona

Bank NTT Cetak Laba 143 Miliar di Tengah Wabah Corona

Kupang, Korannusa.Com- Meski saat ini tengah terjadi perlambatan ekonomi yang terjadi secara global akibat merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19 di seluruh dunia, PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mampu mencatatkan kinerja yang positif.

Capaian positif Bank NTT di tengah pandemi Corona tersebut dibuktikan dengan perolehan laba pada triwulan kedua tahun 2020 senilai 143 miliar.

Direktur umum Bank NTT, Umbu Landu Praing mengungkapkan pencapaian itu terbilang sangat baik karena terjadi di tengah banyaknya debitur yang terdampak Covid-19.

“Kita tetap bersyukur karena bisa mendapat laba hingga 143 miliar lebih di tengah situasi sulit ini,” kata Umbu Praing kepada wartawan di Kupang, Kamis (13/5/2020).

Umbu Praing mengatakan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari komitmen Bank yang terus berpegang teguh pada prinsip dan komitmen untuk terus menjaga tata kelola perusahaan yang baik.

“Kita berharap dan yakin, capaian positif ini akan terus berlangsung ke depannya,” ucapnya.

 

Likuiditas Bank Aman

Kondisi likuiditas bank plat merah milik Provinsi NTT ini juga disebut masih aman di tengah teror virus yang pertama kali muncul di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019 itu.

“Dari sisi likuiditas, kami berani sampaikan bahwa meski dalam kondisi (Corona) yang sulit ini, Likuiditas Bank NTT masih sangat aman,” tegas Umbu Praing

Kondisi tersebut menurutnya diproyeksikan akan terjadi hingga akhir tahun 2020. Ia mengatakan, beberapa skenario telah dilakukan untuk pengelolaan likuiditas bank berupa langkah-langkah antisipatif.

 

Program Sistem Core Banking

Pada sisi lain, Bank NTT juga terus melakukan pembenahan sistem pelayanan kepada masyarakat. Layanan baru yang dilakukan adalah berupa Sistem Core Banking.

“System Core Banking yang baru bertajuk T24 Bank NTT telah resmi digunakan terhitung sejak Senin 11 Mei 2020,” kata Umbu.

Langkah strategis ini disebutnya menjadi fondasi transformasi teknologi Bank NTT untuk meningkatkan layanan perbankan yang dapat diakses nasabah maupun masyarakat di mana dan kapan
saja.

Ia menjelaskan, sistem aplikasi tersebut merupakan aplikasi inti perbankan berstandar dunia yang dipakai lebih dari 2000 bank di seluruh dunia dengan fitur regulasi yang terintegrasi dan lengkap seperti Antasena, Apolo, PSAK 71,
APUPPT, dan telah mengikuti aturan regulasi/roadmap arahan regulasi perbankan (OJK dan BI) serta data center Tier tertinggi di Indonesia (Tier IV).

Dengan T24 ini, demikian Umbu Praing, semakin memperkuat posisi bank NTT sebagai salah satu bank digital di Indonesia serta menjamin sistem informasi dan teknologi (IT) dan ready for the future/ siap menghadapi masa depan.

“Ini adalah pencapaian yang membanggakan bagi Bank NTT karena peralihan System Core Banking dilakukan secara serentak di seluruh kantor cabang di Provinsi NTT dan Surabaya yang memiliki 2 perbedaan waktu. Hal ini merupakan migrasi big bang yang pertama kali didilakukan oleh Bank NTT serta dilakukan pada 250 kantor Bank NTT,” ujar Umbu Praing.* (Dawai)