Home / Hukrim / Wartawan yang Diadukan ke Polres Ende Diduga Jelmaan Kontraktor

Wartawan yang Diadukan ke Polres Ende Diduga Jelmaan Kontraktor

Stef Bata, wartwan Suaraflobamora.com yang diduga sering menang tender Proyek jalan di Kabupaten Ende

Kupang, Korannusa.Com- Stef Bata, wartawan di kabupaten Ende yang menulis pada media online Suaraflobamora.com diadukan ke Polres kabupaten Ende, NTT. Ia diduga menyebarkan berita bohong atau hoax.

Stef Bata memberitakan Soal keterlambatan proyek senilai 14 miliar lebih oleh PT Agogo di kabupaten Manggarai Timur. Stef dalam beritanya, menyebut PT Agogo telah merugikan negara. Padahal paket proyek yang menggunakan APBD 1 itu sementara dikerjakan dengan kertentuan tambahan waktu 90 hari dari batas waktu yang ditetapkan dalam SK kontrak.

Atas dasar pemberitaan itu, Staf Bata dilaporkan oleh Kontraktor PT Agogo Golden Gorup (AGG), Frenki Taga sebagai pihak yang merasa dirugikan.

Laporan terhadap Stef Bata di Kepolisian mestinya kini tidak lagi dapat diproses, sebab Dewan Pers telah menelaah isi pemberitaan itu dan dianggap murni sebagai sebuah karya Jurnalistik. Pihak yang dirugikan dipersilahkan untuk membuat pengaduan ke Dewan Pers.

Jelmaan Kontraktor?

Direktur PT Agogo, Rekta Hendrawa, di Kupang, Minggu (8/3/2029) menerangkan jika laporan yang dilakukan oleh pihaknya ke kepolisian karena merasa Stef Bata mengada-ngada soal pekerjaan proyek yang dikerjakan PT Agogo di kabupaten Manggarai Timur. Rekta mengklaim, pengerjaan proyek jalan antar Mukun-Bealaing-Mbasang itu masih berlangsung. Tidak ada upaya untuk melakukan korupsi.

Rekta juga menuturkan jika pihaknya merasa keberatan dengan keberadaan Stef Bata sebagai wartawan. Sebab, Menurutnya Stef Bata adalah kontraktor aktif. Stef Bata sering memenangi beberapa tender pekerjaan proyek jalan di kabupaten Ende, Flores. Ia dianggap sebagai kontraktor yang menjelma menjadi wartawan.

“Mungkin laporan kami ke Kepolisian tidak dapat diproses. Tapi kami akan mengadu ke Dewan Pers. Kami punya bukti kuat bahwa dia (Stef Bata -Red) adalah seorang kontraktor. Masa Wartawan juga harus kerja proyek sebagai kontraktor,” kata Rekta, yang menutup ceritanya dengan menyeruput kopi.

Korannusa mencoba menghubungi Stef Bata, namun nomor telpon yang dihubungi sementara tidak aktif.

Kami lalu mencari tahu kepada Pimpinan media Suaraflobamora.com, Fabi Latuan.

Dari unjung telepon, Fabi Latuan mengaku bahwa Stef Bata adalah Wartawan aktif yang melinulis pada media online Suaraflobamora.com.

Menurut cerita Fabi, Stef Bata adalah seorang wartawan yang sudah mulai melakoni profesi pers dari tahun 2002. “Aww sudah jelas kok, masa bukan saya punya wartawan bagaimana dia punya berita bisa turun di saya punya media,” Kata Fabi, Minggu sore.

Fabi lalu mengingatkan para pihak yang menuduh Stef Bata sebagai kontraktor untuk bisa membuktikan ucapannya. Menurutnya jika tuduhan itu tanpa bukti yang kuat maka bisa dilapor ke kantor polisi.

“Muat saja, supaya kita bisa lapor mereka ke polisi, mereka harus bisa buktikan,” tandas Fabi Latuan.

Pengakuan Mantan Pengawas Proyek

Karena belum berhasil menghubungi Stef Bata melalui sambungan Telepon, kami lalu mencoba menguhubungi beberapa pihak di kabupaten Ende. Kami lalu mendapat pentunjuk untuk membangun kontak dengan Kanis Sii, Warga kabupaten Ende, Flores.

Kanis Sii, adalah mantan pengawas proyek pengerjaan jalan sepanjang dua Kilo Meter (KM) di Desa Fatimari, Kecamatan Loria Timur, Kabupaten Ende.

Dari pengakuan Kanis Sii kepada kami, Ia bertugas sebagai pengawas proyek jalan, sementara kontraktor atau pemilik Proyek adalah Stef Bata. Ia mengatakan proyek jalan itu sepanjang 2 kilo meter dan dikerjakan pada tahun 2016.

“Betul (kontraktornya) Stef Bata, benderanya itu bendera dipakai to. Jalannya 2 km,” kata Kanis

“Ruasnya itu Wololele-Kota baru kalau tidak salah di kecamatan Loria Timur,” tutur Kanis.

//Korannusa (Juan Pesau)

Tags : # #