Home / Hukrim / Warga Ancam Adukan Proyek Terlambat Milik PT SAK ke DPRD dan Bupati Ende

Warga Ancam Adukan Proyek Terlambat Milik PT SAK ke DPRD dan Bupati Ende

Ende,Korannusa.com- Warga Desa Tendambepa, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengancam akan mengadukan PT Surya Agung Kencana (SAK) ke kantor Bupati dan DPRD kabupaten Ende. Rencana pengaduan itu terkait keterlambatan pengerjaan proyek ruas jalan Pu’ukungu-Orakose, di kecamatan Nagependa sepanjang 3 Kilo Meter (KM).

Terpantau, proyek senilai 6,5 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) kabupaten Ende itu baru mencapai progres sekitar 850 meter pengaspalan. Sisanya masih agregat. Konsisi jalan yang masih agregat juga dapat membehayakan pengendara.

“Kami akan lapor ke DPRD dan Bupati, kalau proyek tidak selesai hingga akhir Maret,” ujara kepala desa Tendambepa, Kanisius Durben, kepada media selala (25/2/2020).

Menurut Kanisius, kondisi terkini medan jalan yang tak kunjung usai dan mungkin dapat melewati batas waktu yang ditetapkan yakni harus selesai Februari 2020 telah membahayakan pengendara roda dua.

“Kami berharap proyek jalan ini bisa secepatnya diselesaikan, sehingga tidak ada kecelakan kendaraan roda yang melintas di jalan ini,” katanya.

Sesuai informasi pada papan proyek, lanjut Kanisius, disebutkan proyek jalan yang dimulai pada 9 Juli 2019 itu harusnya sudah selesai pada 5 Desember 2019. Namun, fakta di lapangan masih ada pekerjaan yang belum tuntas hingga akhir Februari 2020 ini.

Papa proyek (Foto; istimewa)

“Kami juga agak tidak nyaman, karena di papan proyek selesai pada Desember 2019, tapi sampai sekarang belum selesai,” ujaranya

Ia juga mengeluhkan kondisi ketebalan aspal. “Ada sebagian titik yang sangat tipis, sehingga kemungkinan akan cepat rusak,” tegasnya.

Pemborong aspal PT SAK, Joker yang ditemui di lokasi proyek mengatakan sesuai kontrak proyek pekerjaan hanya agregat A, sehingga hanya satu kali lapisan aspal. “Agregat A saja. Dalam perencanaan sudah seperti itu,” katanya.

Dia meyakini proyek ini akan selesai pada sebelum akhir Marer 2020, karena khusus pengaspalan tidak butuh waktu lama. Namun begitu, dia mengakui masih terkendala pekerjaan agregat yang masih berlangsung.

“Khusus aspal dalam sehari, kami bisa tuntaskan sepanjang 750 meter, sehingga cepat saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Ende, Frans Lewa yang hendak dikonfirmasi wartawan di kantornya, Selasa, 25 Februari 2020, sedang tidak berada di tempat. Dihubungi via telepon pun berada di luar jangkauan. //Korannusa (Oni)

Tags : #