Home / Politik / Komisi I DPRD NTT Pantau Persiapan Pilkada 2020

Komisi I DPRD NTT Pantau Persiapan Pilkada 2020

Kupang, KoranNusa.com- Jelang Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di sejumlah kabupaten di NTT pada tahun 2020 ini, Komisi I DPRD NTT memantau kesiapan lembaga penyelenggara pemilihan umum (KPU). Kabupaten pertama yang dipantau persiapannya adalah Timur Tengah Utara (TTU), kamis (16/1/2020).

Komisi I, sebelumnya telah melakukan kunjungan ke KPU NTT pada Senin (13/1/2020). Pada kunjungan itu, ketua KPU NTT, Thomas Dohu memberitahukan besaran anggaran persiapan pilkada pada 9 kabupaten di NTT yakni sebesar 189.782.324.450,-

Jumlah itu terbagi untuk 9 kabupaten dengan masing-masing jumlahnya yakni,
untuk kabupaten Sumba Timur Rp. 29.716.500.000, Manggarai barat Rp. 26.314.613.000, TTU: Rp25.000.000.000, Ngada Rp. 22.062.177.000, Sumba barat Rp. 19.989.034.450, Manggarai Rp19.000.000.000, Belu Rp18.000.000.000, Sabu Rp.15.000.000.000 dan Malaka Rp. 14.700.000.000.

Ketua Komisi I DPRD NTT, Gabriel Beri Binna mengatakan, pilkada di 9 kabupaten di NTT pada tahun ini mesti dikawal secara baik dan benar. Karena itu, Gabriel berharap sangat diperlukan informasi dari KPU terkait konsolidasi dengan pihak-pihak terkait.

“Saya berharap perkembangan data pemilih dan basis data kependudukan dapat disampaikan kepada kami, bagaimana proyeksinya? Kita masih menggunakan E-KTP, jadi pasti datanya masih harus ditata lebih baik lagi, seandainya data basis pemilih kita sudah berbasiskan biometrik seperti afganistan (yang bahkan dalam kondisi porakporanda saja bsa diterpkan) pasti lebih baik lagi” ungkap Gabriel Beri Binna, di Kefa, Kamis (16/1/2020).

Ketua KPU TTU, Paulinus Lape Feka, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah-langkah strategis untuk persiapan pilkada.

Tahapan-tahapan itu seperti sosialisasi-sosialisasi, hingga perekrutan panitia Adhoc yang akan dilaksanakan esok, Jumuad, 17 Januari.

KPU TTU juga telah melakukan pembersihan data-data calon pemilih yang tidak memiliki validasi.

“Terkait data pemilih, kami sudah berusaha untuk melakukan pembersihan terhadap data yang tidak valid, pengalaman di KPU, ada kesulitan terkait pendataan, yaitu penduduk yang pindah domisili harusnya dilengkapi administasi kepindahan, ada masyarakat yang mgkn sudah merantau ke kalimatan, malaysia, tidak melengkapi dokumen kepindahan domisili, sehingga masih diakomodir oleh KPU dan menjadi kendala pada saat pilkada. Kami berharap ini menjadi masukan bagi Komisi I, karena memang ini yang sering kami hadapi dan mungkin menjadi masalah umum dibanyak tempat di seluruh NTT” ujar paulinus.

Ikut dalam rombongan komisi I adalah, Wakil ketua komisi, Jonas Salean dan beberapa anggota lainnya.

Kunjungan Komisi I ini seterusnya akan ke Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka. //KoranNusa (Oni)

Sumber ; siaran pers Humas DPRD NTT