Home / Advetorial / Wagub NTT Ajak Masyarakat Galakan Revolusi Hijau

Wagub NTT Ajak Masyarakat Galakan Revolusi Hijau

Kupang, Korannusa.com- Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi,MM meminta masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya melestarikan lingkungan. Ia menghimbau masyarakat melakukan apa yang disebut sebagai “Revolusi Hijau”.

“Kita harus memanfaatkan kekayaan alam kita dengan beberapa sungai yang mengalir di wilayah NTT ini untuk melaksankan gerakan revolusi Hijau,” kata Josef A. Nae Soi dalam acara peletakan batu pertama pembangunan ruang terbuka hijau di halaman Kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor, Rabu (27/2).

Menurut Nae Soi, upaya membangun lingkungan asri mesti menjadi kesadaran bersama semua pihak termasuk gereja.

“Kalau air tidak ada, orang akan berantam. Kalau rumah tidak ada orang akan berantam. Karena itu mari kita bersama sama membangun lingkungan yang hijau termasuk taman ini supaya kita bisa aman, kita bisa intim satu sama lain,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penataan taman merupakan Imajinasi manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, demikian Josef, setiap pihak mesti mendukung pembangun taman tersebut.

“Taman ini memberikan arti hidup akan pohon kehidupan, pohon pengetahuan serta pohon biologis yang memberikan kita makan setiap hari,” ungkap Nae Soi.

Sebagai penutup, Nae Soi berpesan agar di bulan Juni atau Agustus, masyarakat dapat menikmati hijaunya taman tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jendral Cipta Karya Kementeria PU dan Perumahan Rakyat RI, Ir. T Iskandar, MT dalam sambutannya mengatakan, Ruang Terbuka Hijau memiliki banyak manfaat di antaranya, dapat menyerap kadar karbondioksida dan menambah oksigen. Juga menurunkan suhu udara dengan keteduhan, kesejukan tanaman, menjadi area resapan air serta meredam kebisingan.

Ketua Sinode GMIT Pendeta Dr. Merry Kolimon dalam sambutannya menjelaskan, pembangunan ruang terbuka hijau bukan saja sebagai ruang rekreasi tetapi sebagai ruang belajar.

“Komitmen seluruh gereja di bawah GMIT untuk melakukan gerakan tanam air. Sebuah gerakan untuk menampung air hujan sehingga tidak terbuang dengan percuma,” kata Merry Kolimon.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Francis, serta beberapa instansi pemerintah terkait lainnya. //Korannusa (Oni/Hms)